Tidak banyak pesantren salafiyah yang mampu menjaga tradisi, namun tetap menunjukkan kiprah di panggung kompetisi modern. Di tengah upaya mempertahankan keaslian pembelajaran kitab kuning, Ponpes Darussalamah Krian justru membuktikan bahwa tradisi bisa berjalan seiring dengan prestasi. Nama pesantren ini kembali mencuri perhatian setelah salah satu santrinya meraih juara dalam ajang bergengsi tingkat nasional.

Pada gelaran Program BIMA AKSI yang diselenggarakan oleh MA Bilingual Al Amanah Junwangi, Krian, pada Sabtu (15/11), Ponpes Darussalamah Krian berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Dalam kategori muhafadho nadhom Imrity, santri bernama Alfian Ahmad Sholahudin sukses meraih Juara 3, mengungguli ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat. Prestasi Alfian menjadi bukti bahwa kedalaman ilmu alat—nahwu dan shorof—yang diajarkan di pesantren benar-benar terasah dengan baik.
Ajang BIMA AKSI sendiri memasuki tahun kedua dan semakin diminati. Tahun ini, tercatat 522 peserta dari jenjang SD hingga SMA sederajat mengikuti rangkaian lomba, sementara jumlah tamu dan pendamping mencapai sekitar 1.000 orang. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Pesantren Modern Al Amanah Junwangi bersama MGMP Bahasa Arab Jawa Timur, MGMP Bahasa Inggris Sidoarjo, serta didukung Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Program BIMA AKSI ini bukan sekadar perlombaan, tetapi ruang untuk bertemu, belajar, dan tumbuh bersama,” ujar panitia, Ustaz Muhammad Irsyadul Ibad. Ia menegaskan bahwa ajang ini bertujuan memperluas syiar pesantren, membangun relasi, serta menampilkan wajah pesantren yang rendah hati, asri, dan menenangkan.
Ponpes Darussalamah Krian mengirim dua delegasi dalam cabang muhafadho nadhom Imrity, yaitu Alfian Ahmad Sholahudin dan Anjumi Tahtal ‘Arsyi. Pada saat pengumuman, nama Alfian disebut sebagai peraih Juara 3. Ia mendapatkan plakat dan sertifikat resmi yang ditandatangani langsung oleh Gubernur Jawa Timur—sebuah bentuk penghargaan yang semakin mengukuhkan pencapaiannya.
Dukungan Pemprov Jatim pada penyelenggaraan BIMA AKSI juga mendapat apresiasi khusus dari Pengasuh Pesantren Al Amanah Junwangi, KH Nurcholis Misbah. Ia berharap kegiatan ini terus memberi manfaat besar bagi dunia pendidikan, khususnya pesantren.
Prestasi Ponpes Darussalamah Krian tahun ini menjadi pengingat bahwa pembelajaran kitab kuning bukan hanya tentang menjaga tradisi, tetapi juga melahirkan generasi yang siap bersaing. Alfian dan para santri lainnya menjadi cermin bagaimana konsistensi belajar di pesantren mampu menghasilkan prestasi yang layak dibanggakan.










