Alumni Darussalamah Krian Bangkitkan Semangat Ngaji di Kota Surabaya, Begini Perjuangannya

oleh -1119 Dilihat
banner 468x60

Kiprah alumni Pondok Pesantren Darussalamah Krian terus menyebar ke berbagai daerah. Salah satunya, Ustadz Abdul Aziz, yang sukses mendirikan TPQ dan TK berbasis Qur’an di Surabaya.

DSKRIAN.COM – Pondok Pesantren Darussalamah Krian bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan kawah candradimuka tempat para santri digembleng lahir batin, ditempa akhlaknya, ditajamkan intelektualnya, dan ditanamkan semangat untuk menyebarkan ilmu di manapun berada.

Dengan visi kuat untuk mencetak generasi ulama  yang mumpuni dalam ilmu agama, Darussalamah konsisten mengajarkan ilmu diniyah secara mendalam melalui metode klasik berbasis kitab kuning yang diajarkan langsung oleh para masyayikh.

banner 336x280

Sejak pertama kali menginjakkan kaki di pondok, para santri dibimbing dari nol—diajari membaca Al-Qur’an dengan tartil, memahami struktur bahasa Arab, hingga mampu membaca kitab kuning tanpa harakat dengan pemahaman mendalam. Tidak berhenti di situ, mereka dilatih memaknai kitab dalam bahasa Jawa dan Indonesia secara gramatikal, membiasakan diri dengan adab santri, kedisiplinan berjamaah lima waktu, hidup sederhana dalam kebersamaan, serta membangun sikap toleransi dalam kebhinekaan latar belakang sosial.

Inilah bekal yang menguatkan langkah para alumni ketika kembali ke masyarakat. Mereka hadir bukan sebagai “lulusan pesantren biasa”, tapi sebagai pembawa risalah ilmu, pelita di tengah masyarakat, dan perekat umat dalam semangat dakwah.

Ustadz Abdul Aziz: Pengasuh TPQ dan TK Islam di Surabaya

Salah satu alumni yang mengikuti perjuangan Darussalamah adalah Ustadz Abdul Aziz, putra daerah Bulak Banteng, Surabaya. Beliau nyantri di Darussalamah sejak awal 1990-an, mengikuti seluruh proses pembelajaran dengan tekun, bahkan hingga mengabdi selama beberapa tahun setelah lulus. Setelah cukup bekal, ia kembali ke kampung halaman dan mengembangkan pendidikan Islam.

Tak sekadar ceramah atau ngaji rutin, Ustadz Aziz memulai dari akar rumput—merintis pengajian warga, membuka kelas ngaji anak-anak, hingga kemudian mendirikan TPQ Bustanul Qur’an dan TK Insan Qur’an di Jalan Bulak Banteng XI No. 21, Surabaya. Dua lembaga tersebut kini menjadi tempat tumbuh kembang generasi Qurani di kawasan ujung kota besar.

Menariknya, logo lembaga yang beliau rintis memiliki kemiripan dengan logo Darussalamah. Ketika ditanya, dengan mata berkaca dan suara haru, beliau menjawab:

“Nama mu memang sengaja tak kusebut… Tapi setiap kupandang lambang mu, betapa aku bangga dan bersyukur menjadi bagianmu…!”

Kecintaan dan rasa bangga terhadap almamaternya bukan hanya kata-kata, tapi dibuktikan dalam tindakan nyata. Ustadz Aziz rutin mengajak para santrinya untuk ziarah ke Darussalamah, sebagai bentuk napak tilas ke sumber ilmu yang telah mendidiknya. Ia ingin mengenalkan mata rantai sanad keilmuan kepada murid-muridnya, agar mereka tidak tercerabut dari akar ilmu.

Tidak berhenti di situ, setiap tahun beliau juga mengirimkan santri-santri TPQ untuk mondok ke Darussalamah Krian. Baginya, mengirim santri ke tempat ia pernah digembleng adalah bagian dari upaya mengkader generasi baru yang akan melanjutkan estafet dakwah.

Bahkan dalam berbagai kesempatan, ia dengan semangat menyerukan:

“Ayo diajak semua sanak saudara untuk mondok di Pesantren Darussalamah Krian, agar menjadi kawah candradimuka para cendekia!”

Jaringan Alumni sebagai Kekuatan Umat

Kisah Ustadz Abdul Aziz hanyalah satu dari sekian banyak alumni Darussalamah yang telah mewarnai kehidupan masyarakat di berbagai daerah. Sebagian menjadi imam masjid, guru ngaji, pengasuh TPQ, dai di daerah pelosok, bahkan dosen dan penulis kitab. Mereka hadir membawa keteduhan, ilmu, dan keteladanan.

Melalui pembinaan yang berakar pada kitab kuning, adab, dan disiplin berjamaah, para alumni mampu bertransformasi menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin. Dimanapun mereka berada, jejak Darussalamah selalu hidup dalam diri mereka.

Kini, jejaring alumni semakin solid. Dalam beberapa momentum besar seperti haul masyayikh, pengajian akbar, hingga kegiatan ziarah bersama, para alumni dari berbagai angkatan hadir untuk merajut kembali ukhuwah dan menyusun langkah strategis bersama.


Ngaji Selamanya

Kiprah para alumni Pondok Pesantren Darussalamah Krian adalah bukti bahwa pendidikan berbasis kitab kuning bukan hanya mampu mencetak pribadi alim, tetapi juga membentuk pemimpin umat yang merakyat dan membumi. Dalam diam, mereka menyalakan obor di tengah gelap. Dalam sepi, mereka menanamkan nilai Islam dalam dada anak-anak bangsa.

Dengan semangat yang tak pernah padam, para alumni terus mewariskan nilai-nilai keilmuan, keteladanan, dan keberanian untuk hidup dalam kesederhanaan, sebagaimana mereka dilatih di Darussalamah. Dan selagi mereka terus menyebarkan ilmu, nama Darussalamah akan terus hidup dalam denyut masyarakat.

banner 336x280