Pernahkah mendengar nadhom Aqidatul Awam? Di banyak pesantren salaf, termasuk Pondok Pesantren Darussalamah Krian, kitab ini bukan hanya dikenal, tetapi menjadi bagian dari kurikulum wajib pada jenjang dasar. Lantas, apa sebenarnya yang membuat kitab ini begitu istimewa?
Makna di Balik Nama “Aqidatul Awam”
Secara harfiah, Aqidatul Awam berarti “aqidah untuk orang awam.” Namun jangan keliru, meskipun diperuntukkan bagi kalangan awam, kandungan ilmiah dalam kitab ini sangat dalam dan sistematis. Melalui susunan bait-bait nadhom yang mudah dihafal, kitab ini mengenalkan prinsip-prinsip dasar ilmu tauhid, mulai dari mengenal Allah, sifat-sifat-Nya, hingga mengimani para nabi dan rasul.
Di Darussalamah, nadhom Aqidatul Awam dipelajari sejak awal jenjang pendidikan diniyah. Mengapa demikian? Karena kitab ini merupakan pondasi. Tanpa pengenalan yang kuat terhadap tauhid, tentu akan sulit memahami kitab-kitab lanjutan yang lebih kompleks, seperti Jawahirul Kalamiyyah, Sanusiyyah, bahkan Tafsir Baidhawi.
Santri Darussalamah tidak hanya diminta membaca dan memahami isi kitab, tetapi juga menghafalkan setiap bait nadhomnya. Lebih dari itu, para ustadz menekankan pentingnya menanamkan kandungan nadhom ini ke dalam hati, agar tercermin dalam keyakinan dan perilaku sehari-hari. Tauhid bukan sekadar hafalan, melainkan keyakinan yang hidup dan diamalkan dalam keseharian.
Mengenal Sang Penyusun
Sebelum membahas isi kitab, mari kita mengenal terlebih dahulu sosok penyusunnya, yaitu Syekh Sayyid Ahmad bin Muhammad bin Al-Marzuqi Al-Maliki Al-Hasani.
Syekh Ahmad Al-Marzuqi lahir di Mesir sekitar tahun 1205 Hijriah. Meskipun lahir di Mesir, beliau menghabiskan sebagian besar hidupnya di kota Mekkah. Di kota suci inilah beliau menekuni ilmu dan mengajar hingga akhirnya diangkat sebagai Mufti Madzhab Maliki, menggantikan Syekh Sayyid Muhammad yang wafat sekitar tahun 1261 H.
Selain dikenal sebagai seorang ulama, beliau juga dikenal sebagai sastrawan. Gelar “Abu al-Fauzi” diberikan kepadanya karena kemahirannya dalam menulis puisi yang berisi pujian kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Kitab Aqidatul Awam merupakan salah satu karya penting beliau yang telah tersebar luas dan diajarkan di berbagai pesantren hingga kini.
Guru dan Murid Syekh Ahmad Al-Marzuqi
Beberapa guru beliau yang terkenal antara lain adalah Syekh al-Kabir Sayyid Ibrahim al-‘Ubaidi, seorang ulama pakar dalam bidang Qira’ah Sab’ah dan ‘Asyrah. Sementara itu, di antara murid-murid beliau yang masyhur adalah:
-
Syekh Ahmad Dahman (1260–1345 H)
-
Sayyid Ahmad Zaini Dahlan (1232–1304 H), seorang ulama besar Haramain
-
Syekh Thahir al-Takruni
Bait Aqidatul Awam yang Menguatkan Keyakinan
Kitab Aqidatul Awam terdiri dari 57 bait nadhom. Setiap bait mengandung nilai-nilai dasar dalam ilmu tauhid. Materi yang dibahas mencakup rukun iman, sifat-sifat wajib, mustahil, dan jaiz bagi Allah dan Rasul, serta peneguhan keimanan umat Islam.
Kitab ini diawali dengan bait-bait pujian kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan sifat-sifat Allah, serta pentingnya mengenal para nabi dan ajaran mereka. Susunan nadhom yang puitis dan ritmis membuat kitab ini mudah dihafal dan dipahami oleh santri dari berbagai tingkatan usia.
أَبْدَأُ بِاسْمِ اللَّهِ وَالرَّحْمَٰنِ وَبِالرَّحِيمِ دَائِمِ الإِحْسَانِ
Aku memulai dengan nama Allah, Dzat yang Maha Pengasih dan Penyayang yang senantiasa memberikan kenikmatan tanpa henti.
فَالْحَمْدُ لِلَّهِ الْقَدِيمِ الْأَوَّلِ وَالآخِرِ الْبَاقِي بِلاَ تَحَوُّلِ
Maka segala puji bagi Allah yang Maha Awal, yang Maha Akhir, yang Maha Tetap tanpa perubahan.
ثُمَّ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ سَرْمَدًا عَلَى النَّبِيِّ خَيْرِ مَنْ قَدْ وَحَّدَا
Kemudian semoga shalawat dan salam tercurah selamanya atas Nabi, sebaik-baik manusia yang menyatukan (meng-Esakan) Allah.
وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ سَبِيلَ دِينِ الْحَقِّ غَيْرَ مُبْتَدِعٍ
Dan atas keluarganya, para sahabatnya, serta orang-orang yang mengikuti jalan agama yang benar, bukan orang-orang yang berinovasi dalam agama.
وَبَعْدُ فَاعْلَمْ بِوُجُوبِ الْمَعْرِفَةِ مِنْ وَاجِبٍ لِلَّهِ عِشْرِينَ صِفَةً
Setelah itu, ketahuilah dengan yakin bahwa Allah memiliki dua puluh sifat wajib.
فَاللَّهُ مَوْجُودٌ قَدِيمٌ بَاقٍ مُخَالِفٌ لِلْخَلْقِ بِالإِطْلَاقِ
Allah itu ada, kekal, tetap, dan berbeda dari makhluk-Nya secara mutlak.
وَقَائِمٌ غَنِيٌّ وَوَاحِدٌ وَحَيٌّ قَادِرٌ مُرِيدٌ عَلِيمٌ بِكُلِّ شَيْءٍ
Dia berdiri sendiri, Maha Kaya, Maha Hidup; Maha Kuasa, Maha Menghendaki, Maha Mengetahui segala sesuatu.
سَمِيعٌ بَصِيرٌ وَالْمُتَكَلِّمُ لَهُ صِفَاتٌ سَبْعَةٌ تَنْتَظِمُ
Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Berbicara; milik-Nya tujuh sifat yang tersusun.
فَقُدْرَةٌ إِرَادَةٌ سَمْعٌ بَصَرٌ حَيَاةٌ عِلْمٌ كَلَامٌ اسْتَمَرَّ
Yaitu: Berkuasa, Menghendaki, Mendengar, Melihat, Hidup, Berilmu, dan Berbicara secara berlangsung terus.
وَجَائِزٌ بِفَضْلِهِ وَعَدْلِهِ تَرْكٌ لِكُلِّ مُمْكِنٍ كَفِعْلِهِ
Dengan karunia dan keadilan-Nya, boleh bagi siapa pun untuk melakukan ataupun meninggalkan sesuatu.
أَرْسَلَ أَنْبِيَاءَ ذَوِي فَطَانَةٍ بِالصِّدْقِ وَالتَّبْلِيغِ وَالأَمَانَةِ
Allah telah mengutus para nabi yang cerdas, jujur, menyampaikan, dan dipercaya.
وَجَائِزٌ فِي حَقِّهِمْ مِنْ عَرَضٍ بِغَيْرِ نَقْصٍ كَخَفِيفِ الْمَرَضِ
Di dalam hak Rasul, boleh terjadi hal-hal manusiawi ringan, seperti sakit ringan, tanpa mengurangi kedudukan mereka.
عِصْمَتُهُمْ كَسَائِرِ الْمَلَائِكَةِ وَاجِبَةٌ وَفَضَّلُوا الْمَلَائِكَةَ
Mereka mendapatkan penjagaan dari Allah seperti para malaikat, dan hal itu wajib, bahkan lebih utama daripada para malaikat.
وَالْمُسْتَحِيلُ ضِدُّ كُلِّ وَاجِبٍ فَاحْفَظْ لِخَمْسِينَ بِحُكْمٍ وَاجِبٍ
Sifat mustahil adalah lawan dari sifat wajib; maka hafalkan lima puluh sifat itu sebagai kewajiban.
Sifat Wajib Rasul yang Perlu Dipahami
تَفْصِيلُ خَمْسَةٍ وَعِشْرِينَ لَزِمْ كُلَّ مُكَلَّفٍ فَحَقِّقْ وَاغْتَنِمْ
Rincian 25 rasul wajib diketahui oleh setiap mukallaf; yakini dan ambillah manfaatnya.
هُمْ آدَمُ وَإِدْرِيسُ وَنُوحٌ وَهُودٌ وَصَالِحٌ وَإِبْرَاهِيمُ
Mereka adalah Adam, Idris, Nuh, Hud, Shaleh, dan Ibrahim.
وَلُوطٌ وَإِسْمَاعِيلُ وَإِسْحَاقُ وَيَعْقُوبُ وَيُوسُفُ وَأَيُّوبُ
Luth, Ismail, Ishaq, Ya‘qub, Yusuf, dan Ayub.
وَشُعَيْبُ وَهَارُونُ وَمُوسَى وَالْيَسَعُ وَذُو الْكِفْلِ وَدَاوُدُ وَسُلَيْمَانُ
Syu‘ayb, Harun, Musa, Alyasa‘, Dzulkifli, Dawud, dan Sulaiman.
وَإِلْيَاسُ وَيُونُسُ وَزَكَرِيَّا وَيَحْيَى وَعِيسَى وَطَهَ خَاتَمٌ
Ilyas, Yunus, Zakaria, Yahya, ‘Isa, dan Thaha (Muhammad) penutup, maka tinggalkanlah jalan penyimpang.
عَلَيْهِمُ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ وَآلِهِمْ مَا دَامَتِ الأَيَّامُ
Semoga shalawat dan salam tercurah atas mereka dan keluarga mereka selama-lamanya.
وَالْمَلَكُ الَّذِي بِلاَ أَبٍ وَأُمٍّ لاَ أَكْلَ وَلاَ شُرْبَ وَلاَ نَوْمَ لَهُمْ
Para malaikat lahir tanpa ayah dan ibu, tidak makan, tidak minum, dan tidak tidur.
تَفْصِيلُ عَشْرٍ مِنْهُمْ جِبْرِيلُ وَمِيكَائِلُ وَإِسْرَافِيلُ وَعِزْرَائِيلُ
Secara rinci ada sepuluh malaikat, antara lain Jibril, Mikail, Israfil, dan Izrail.
وَمُنْكَرٌ نَكِيرٌ وَرَقِيبٌ وَعَتِيدٌ وَمَالِكٌ وَرِضْوَانٌ
Munkar, Nakir, Raqib, ‘Atid, Malik, dan Ridwan.
أَرْبَعَةٌ مِنْ كُتُبٍ تَفْصِيلُهَا تَوْرَاةُ مُوسَى بِالْهُدَى
Empat kitab suci: Taurat untuk Musa yang diturunkan membawa petunjuk.
وَزَبُورُ دَاوُدَ وَإِنْجِيلُ عَلَى عِيسَى وَفُرْقَانُ عَلَى خَيْرِ الْعَالَمِينَ
Zabur untuk Dawud, Injil untuk Isa, dan al‑Qur’an untuk sebaik-baik kaum (Muhammad).
وَصُحُفُ الْخَلِيلِ وَالْكَلِيمِ فِيهَا كَلَامُ الْحَكَمِ الْعَلِيمِ
Shuhuf bagi Al-Khalil (Ibrahim) dan Al-Kalim (Musa) mengandung kalam bijaksana dan Maha Mengetahui.
وَكُلُّ مَا أَتَى بِهِ الرَّسُولُ فَحَقُّهُ التَّسْلِيمُ وَالْقَبُولُ
Apa pun dari Rasul, kita wajib pasrah dan menerima.
إِيمَانُنَا بِيَوْمِ آخِرٍ وَجَبَ وَكُلُّ مَا كَانَ بِهِ مِنَ الْعَجَبِ
Keimanan kita kepada hari akhir adalah wajib, termasuk segala yang dahsyat di dalamnya.
خَاتِمَةٌ فِي ذِكْرِ بَاقِي الْوَاجِبِ مِمَّا عَلَى مُكَلَّفٍ مِنْ وَاجِبِ
Penutup untuk menjelaskan ketetapan wajib yang menjadi kewajiban setiap mukallaf.
نَبِيُّنَا مُحَمَّدٌ قَدْ أُرْسِلَ لِلْعَالَمِينَ رَحْمَةً وَفُضِّلَ
Nabi kita Muhammad diutus untuk alam semesta sebagai rahmat dan karunia yang utama.
أَبُوهُ عَبْدُ اللَّهِ وَعَبْدُ الْمُطَّلِبِ وَهَاشِمٌ
Ayahnya Abdullah bin Abdul Muththalib, datuknya Hasyim.
وَأُمُّهُ آمِنَةُ الزُّهْرِيَّةُ أَرْضَعَهُ حَلِيمَةُ السَّعْدِيَّةُ
Dan ibunya Aminah az-Zuhriyyah; yang menyusui beliau adalah Halimah as-Sa‘diyyah.
مَوْلِدُهُ بِمَكَّةَ الْأَمِينَةِ وَفَاتُهُ بِالْمَدِينَةِ الطَّيِّبَةِ
Beliau lahir di Makkah yang aman dan wafat di Madinah yang baik.
أَتَمَّ قَبْلَ الْوَحْيِ أَرْبَعِينَ وَعُمْرُهُ جَاوَزَ السِّتِّينَ
Sebelum wahyu beliau telah sempurna berumur 40 tahun, dan wafat sekitar usia 60 tahun.
وَسَبْعَةُ أَوْلَادِهِ مِنْهُمُ ثَلاثَةٌ ذُكُورٌ
Beliau memiliki tujuh anak, tiga di antaranya laki‑laki.
قَاسِمٌ وَعَبْدُ اللَّهِ الطَّيِّبُ وَالطَّهِرُ
Qasim, Abdullah (At-Thayib dan Ath-Thahir).
أُتِيَ إِبْرَاهِيمُ مِنْ سَارِيَّةٍ وَأُمُّهُ مَرْيَمُ الْقِبْطِيَّةُ
Ibrahim lahir dari Mariyah al-Qibtiyyah.
وَغَيْرُ إِبْرَاهِيمَ مِنْ خَدِيجَةَ سِتَّةٌ
Enam anak lainnya lahir dari Khadijah.
وَأَرْبَعٌ مِنَ الإنْاثِ فَاطِمَةُ وَزَيْنَبُ وَرُقْيَّةُ وَأُمُّ كُلْثُومٍ
Anak perempuan: Fatimah, Zainab, Ruqayyah, dan Ummu Kultsum.
عَنْ تِسْعِ نِسْوَةٍ مِنْهُنَّ أُخْتِيرْنَ فَاخْتَرْنَ الرَّسُولَ
Dari sembilan istri beliau, mereka semua memilih Nabi sebagai panutan.
وَأُخْرَى كَمِؤْمِنِينَ أُمَّهَاتٌ مَرْضِيَّاتٌ
Dan istri yang lain termasuk ibu‑ibu mu’minin yang diridhoi.
حَمْزَةُ وَعَبَّاسُ وَصَفِيَّةٌ مِنْ أَهْلِهِ
Paman‑paman beliau: Hamzah, Abbas, dan bibinya Safiyyah.
وَقَبْلَ هِجْرَةِ الإِسْرَاءِ مِن مَكَّةَ إِلَى القُدْسِ
Sebelum hijrah, terjadi peristiwa Isra’ dari Makkah ke Baitul Maqdis.
وَمِنْ بَعْدِ الإِسْرَاءِ الْمِعْرَاجُ إِلَى السَّمَاءِ
Dan sesudah Isra’ terjadi Mi‘raj ke langit, hingga Nabi berbicara langsung dengan Allah.
وَلَهُ خَمْسُ صَلَوَاتٍ خَمْسِينَ قَبْلَهَا
Setelah peristiwa itu, beliau diwajibkan shalat lima waktu, sebelumnya lima puluh waktu.
وَبَلَّغَهَا لِأُمَّتِهِ بِغَيْرِ رِيَاءٍ
Dan beliau menyampaikannya kepada umatnya tanpa ragu.
فَزَادَ إِحْدَى الصِّدْقِ وَأَفْوَى أَهْلَهُ
Abu Bakar membenarkan dan transaksi kebenaran Mi‘raj terus terjalin.
وَهَذِهِ عَقِيدَةٌ مُخْتَصَرَةٌ لِلْعَامَّةِ
Inilah aqidah ringkas bagi orang awam.
نَاظِمُهَا أَحْمَدُ الْمَرْزُوقِيُّ
Penulis nadhom ini: Ahmad al-Marzuqi.
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ خَيْرِ مَنْ عَلَّمَهُ
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam tercurah kepada Nabi yang telah mengajarkan.
وَالْآلِ وَالصَّحْبِ وَكُلِّ مُرْشِدٍ وَمَنْ يَهْتَدِي
Serta kepada keluarga, sahabat, para pemberi petunjuk, dan semua yang meneladani.
وَأَسْأَلُ اللَّهَ الإِخْلَاصَ وَنَفْعَ مَنْ تَبِعَهُ
Aku memohon keikhlasan amal dan manfaat bagi setiap orang yang mengikutinya.
آبْيَاتُهَا سَبْعَةٌ وَخَمْسُونَ بِالحُسْبِ
Jumlah baitnya 57 dengan penulisannya menggunakan abjad dan tahun 1258 H.
سَمَّيْتُهَا «عَقِيدَةَ الْعَامَّةِ»
Aku menamakannya Aqidatul Awam sebagai aqidah yang wajib diketahui dengan sempurna.
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ
Dan segala puji bagi Allah, semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi.
Semoga penyajian nadhom ini dalam teks Arab lengkap dengan terjemahan mampu membantu para pembaca, khususnya santri dan warga Darussalamah, dalam memperdalam pemahaman ilmu tauhid.










